Selasa, 02 Juni 2026
Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip)
Minggu, 31 Mei 2026
Mahabah محبة Didalam Amalan Tarekat (Bagian Ke-1) - Kajian Kitab Sajatining Mulyo
Mahabah محبة
Konsep mahabbah dalam tarekat, merujuk pada tingkatan cinta yang mendalam dan totalitas, pada pengabdian seorang hamba kepada Allah SWT. Mahabbah bukan sekedar rasa cinta biasa, tetapi merupakan perwujudan cinta Ilahi yang menjadi tujuan tertinggi dalam tasawuf, yang melibatkan seluruh jiwa dan raga dalam mencintai Allah.
Didalam tarekat, mahabbah dipandang sebagai puncak perjalanan spiritual, di mana seorang sufi berusaha mencapai tingkatan cinta tertinggi kepada Allah. Mahabbah bukan hanya perasaan, tetapi juga tindakan nyata. Semua itu akan melibatkan kepatuhan, ketundukan, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, serta menjauhi segala hal yang dapat menghalangi cinta tersebut.
Mahabbah dalam tasawuf berbeda dengan cinta dunia atau cinta karena mengharapkan imbalan. Mahabbah adalah cinta murni tanpa pamrih, yang didorong oleh kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Untuk mencapai mahabbah, seorang sufi akan melakukan amalan-amalan yang luar biasa, berbagai upaya ia lakukan demi sampai pada puncak cinta sejatinya cinta. Perilaku mahabbah dapat dilihat dalam ketaatan seorang salik dalam menjalankan ibadah. Para sufi seperti hal nya Rabi'ah Al-Adawiyah (رابعة العدوية), beliau menekankan pentingnya cinta Ilahi yang tulus, bukan cinta yang didorong oleh rasa takut atau mengharapkan imbalan.
Dengan demikian, mahabbah dalam tarekat adalah konsep cinta yang mendalam, total, dan murni kepada Allah, yang menjadi tujuan utama dalam perjalanan spiritual seorang sufi.
Inilah diantara syair-syair Rabiah Al-Adawiyah yang menggetarkan hati, berbicara tentang cinta murni kepada Allah, tanpa pamrih, tanpa mengharap surga atau takut neraka. Beliau menekankan ibadah karena kecintaan semata kepada Sang Pencipta.
1. Syair Rabi'ah Al-Adawiyah رابعة العدوية
"Jika aku menyembah-Mu karena takut akan neraka, maka bakarlah aku didalam neraka. Jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga, maka tutuplah surga itu untukku. Namun jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, jangan palingkan wajah-Mu dariku"
2. Syair Rabi'ah Al-Adawiyah رابعة العدوية
"Aku mencintai-Mu dengan dua macam cinta. Cinta karena diriku, dan cinta karena Engkau layak dicinta. Cinta karena diriku adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu. Sedangkan cinta karena Engkau, adalah keadaan-Mu yang menyingkapkan hijab dariku, hingga aku dapat memandang-Mu,"
3. Syair Rabi'ah Al-Adawiyah رابعة العدوية
"Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu, hingga tak ada satupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu,"
4. Syair Rabi'ah Al-Adawiyah رابعة العدوية
"Aku mengabdi kepada Tuhan bukan karena takut neraka, bukan pula mengharap surga, tetapi aku mengabdi karena cintaku kepada-Nya,"
Kisah dari Rabi’ah Al-Adawiyah yang ingin membakar Surga dan memadamkan api Neraka
Nama Rabiah Al-Adawiyah dalam jagad tasawuf cukup melegenda. Keikhlasannya didalam beribadah banyak dinukilkan di berbagai kitab tasawuf. Rabiah dikenal dengan keikhlasannya dalam beribadah hingga tak ada lagi di relung hatinya untuk takut terhadap neraka ataupun mengharap surga.
Kecintaan Rabiatul Adawiyah kepada Allah SWT membuatnya kian dekat dari waktu ke waktu. Dikisahkan bahwa suatu hari, Rabiah Al-Adawiyah tengah berjalan di kota Baghdad, sambil menenteng air dan memegangi obor di kedua tangannya. Seseorang pun bertanya kepada Beliau, “hendak dikemanakan air dan obor tersebut wahai Rabiah?”
Rabiah pun menjawab, “aku hendak membakar surga dengan obor ini, dan aku akan memadamkan neraka dengan air ini. Agar manusia tidak lagi mengharapkan surga dan takut akan neraka didalam ibadahnya.”
Keikhlasan ibadah Rabiah Al-Adawiyah merupakan bukti bahwa jiwanya tenang dan nyaman. Tak ada yang perlu ditakutkan dan tak ada yang perlu dirisaukan atas imbalan-imbalan ibadah yang dilakukan. Mencintai Allah bagi Rabiah adalah segalanya.
Gusti Allah ngadawuh,
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
(QS. Ar-Ra'd:28)
Mereguk hikmah keikhlasan ibadah Rabiah Al-Adawiyah memang terlihat berat bagi hamba seperti kita, dimana kita masih sering beribadah dengan mengharap dunia, atau berharap surga dan takut akan neraka. Keikhlasan sang pencinta seperti Rabi’ah Al- Adawiyah memang layak menjadi teladan seluruh umat muslim di dunia.
Sayyidah Rabiah Al-Adawiyah diperkirakan lahir pada tahun 717 Masehi atau 95 Hijriah. Dan beliau diperkirakan meninggal pada tahun 801 Masehi / 185 Hijriah.
Usia Sayyidah Rabiah Al-Adawiyah menurut masehi adalah 84 tahun. Sedangkan Usia Sayyidah Rabiah Al-Adawiyah menurut hijriyah adalah 90 tahun.
Beliau bergelar:
السيدة رَبِيعَةُ الْأَدَوِيَّةِ شَهِيدَةُ الْعِشْقِ الإِلٰهِىِّ
Sayyidah Rabi’ah Al-Adawiyah Sang Pencinta Ilahi.
Sabtu, 30 Mei 2026
Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-39 (Sakarepmu)
Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-39
(Sakarepmu)
“Kalian memang bebas mengatur hidup kalian, tapi ingat, ada Allah yang mengatur hidupku, hidup kita dan hidup kalian.
Seandainya seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini bersujud kepada Allah, Allah tidak untung. Dan sebaliknya, jika seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini ingkar kepada Allah, Allah pun tidak rugi. Karena keuntungan atau pun kerugian itu ada pada diri kita, bukan pada Gusti Sajatining Mulyo Allah ‘‘azza wa jalla.
Kalian taat, Allah sediakan surga. Kalian ingkar, Allah sediakan neraka. Silahkan, kalian bebas mengambil jalan hidup kalian masing-masing”
Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya
ttd. Penulis Jejak Makrifat
Jumat, 29 Mei 2026
Berbeda Dengan Ahli Ibadah Penyakit Tukang Ibadah itu Suka Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain ! Kajian Abah Raden Syair Langit
Berbeda Dengan Ahli Ibadah Penyakit Tukang Ibadah itu Suka Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain ! Kajian Abah Raden Syair Langit
Kamis, 28 Mei 2026
Jangan Engkau Jadikan Cintaku Kepadanya Lebih Besar Dari Cintaku Kepada-Mu | Mahabbatus Samawiyyah - Maha Karya Lagu Raden Syair Langit Ke-72
Selasa, 26 Mei 2026
Besok Itu Hari Raya Kurban Atau Hari Arisan Hewan? Hakekat Berkurban Menurut Abah Raden Syair Langit
Besok Itu Hari Raya Kurban Atau Hari Arisan Hewan? Hakekat Berkurban Menurut Abah Raden Syair Langit
HIKMAH DI BALIK QURBAN
Tidak semua orang yang menyembelih hewan, benar-benar sedang berqurban.
Sebab hakikat qurban bukan terletak pada darah yang mengalir, bukan pula pada daging yang dibagikan.
Tetapi pada apa yang sedang disembelih di dalam dirinya sendiri.
Banyak manusia bergembira menyambut hari raya, namun kegembiraannya hanya berhenti pada perut dan jamuan.
Rumah ramai oleh asap bakaran, lidah sibuk memuji rasa, tetapi hati tetap keras, sombong, tamak, dan jauh dari Allah.
Padahal sejak awal, Allah telah memberi isyarat bahwa yang sampai kepada-Nya bukan dagingnya, bukan darahnya.
Melainkan ketakwaan yang bersemayam di dalam jiwa.
Maka orang arif memandang qurban bukan sekadar penyembelihan kambing atau sapi.
Namun penyembelihan sifat kebinatangan yang hidup dalam dirinya.
Kesombongan disembelih.
Keangkuhan dipotong.
Ketamakan dikuliti.
Riya dihancurkan.
Nafsu dipatahkan.
Sebab selama ego masih duduk di singgasana hati, maka manusia sejatinya belum berqurban.
Ia hanya memindahkan darah hewan ke tanah, namun tidak pernah memindahkan hijab dari ruhnya.
Lihatlah Nabi Ibrahim عليه السلام.
Yang Allah uji bukan tentang hewan, melainkan tentang cinta terbesar di dalam hatinya.
Karena perjalanan menuju Allah tidak akan terbuka selama masih ada sesuatu yang lebih dicintai selain Dia.
Maka qurban adalah madrasah keikhlasan.
Sekolah untuk menghancurkan “aku”.
Latihan agar manusia belajar melepaskan apa yang paling dicintainya demi ridha Allah.
Orang yang benar-benar memahami qurban akan menjadi lembut hatinya.
Ia tidak sibuk memamerkan hewan terbesar, tidak pula haus pujian manusia.
Karena yang ia cari bukan pengakuan makhluk, melainkan pandangan Allah kepadanya.
Dan ketahuilah…
Betapa banyak orang miskin yang tidak mampu membeli hewan qurban, namun hatinya jauh lebih dekat kepada Allah dibanding orang kaya yang setiap tahun menyembelih sapi tetapi masih gemar menyakiti sesama.
Sebab di mata Allah, nilai qurban bukan pada besar kecilnya hewan.
Melainkan seberapa besar keikhlasan dan seberapa banyak nafsu yang berhasil disembelih.
Maka jangan jadikan hari qurban hanya sebagai pesta daging.
Karena jika yang hidup hanya syahwat makan dan kebanggaan dunia, maka manusia sedang merayakan hawa nafsunya sendiri.
Belajarlah menjadi hamba seperti Ibrahim.
Yang rela kehilangan demi mendapatkan Allah.
Yang rela mengorbankan dunia demi hidupnya cahaya ketuhanan di dalam jiwa.
Karena hakikat qurban sejatinya adalah:
“Ketika seekor hewan disembelih di bumi, maka seharusnya nafsu juga disembelih di dalam diri.”
Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip)
Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip) Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment ) ...
-
Riwayat Hidup Abah Leuweunggede (Raden Syair Langit) Nama duniawinya adalah Renren Rohmatul Aziz, lahir di Ciamis pada hari Senin, 28 Mare...
-
Kitab Sajatining Mulyo Karya Raden Syair Langit Telah Terbit Secara Resmi Dengan penuh rasa syukur dan khidmat, kami sampaikan kepada selu...
-
Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-2 (Melepaskan Keakuan) “Tabir penutup kalbumu tak akan tersibak selama engkau belum lepas dari alam c...





